Walt Disney Mengejar Mimpi

Sumber: socialphy.com

“Semua impian kita bisa menjadi nyata, selama kita punya keberanian untuk mengejarnya” - Walt Disney

Anak-anak adalah makhluk paling murni yang pernah ada. Pikirannya masih belum terkontaminasi dengan beragam batasan teori, norma, adat dan semua belenggu yang membatasi impiannya. Tapi, dunia yang tak ramah pada anak-anak membuat mereka harus terkurung dalam tempurung aturan yang kian menyempitkan pemikiran mereka. Semakin hari, mereka dicekoki dengan kesadaran bahwa imajinasi adalah hal terbatas dan bisa jadi adalah hal yang tak mungkin.

Padahal, jika setiap anak seperti Walt Disney, yang meyakini penuh bahwa membuat impian menjadi nyata adalah hal yang sangat mungkin selama dibarengi dengan keberanian, maka betapa dunia ini bisa menjadi penuh warna. Setidaknya, itulah yang telah dibuktikan oleh Disney.

Kesenangan Walt Disney dengan dunia gambar-menggambar terus ia jaga sampai ia selalu mencari peluang kerja yang berhubungan dengan menggambar. Meski karya komiknya untuk sebuah surat kabar ditolak, ia tak berputus asa. 

Ia terus saja mencari peluang untuk bisa menggambar, sampai seorang tetangganya yang merupakan pensiunan dokter memesan gambar darinya. Ya, itu adalah upah pertama yang diterima Disney dari karya gambarnya.

Tak ingin melepaskan impiannya begitu saja, langkah Walt Disney berlanjut. Beruntung, ia mendapat pekerjaan di sebuah studio gambar. Karyanya digunakan sebagai bahan majalah, koran dan biskop. Setelah kontrak dengan studio gambar berakhir, Disney melanjutkan pekerjaannya di Kansas City Film Ad Company yang memproduksi iklah berbasis animasi gambar. Semua yang diraihnya tentu menunjukkan bahwa ide kratifnya benar - benar sukses menarik perhatian industri kreatif.

Tapi nyatanya, Disney memiliki mimpi yang lebih besar. Ia ingin mendirikan usaha animasi gambarnya sendiri dan memilih melepaskan diri dari Kansas City. Disney pun lalu membuatnya jadi nyata dengan mendirikan usaha pertamanya bernama Laugh-O-Gram. Sayangnya, Laugh-O-Gram terpaksa menghadapi kebangkrutan karena permintaan dunia animasi gambar yang masih belum stabil.

Kebangkrutan usahanya membuat seluruh harta miliknya nyaris habis. Lantas, haruskah ia menyerah pada impiannya? Tidak, Keyakinan dan keberaniannya untuk mengejar mimpi malah semakin bertambah. Ia lalu memutuskan untuk pindah ke Hollywood dan kembali mengejar mimpinya disana.

Kerja kerasnya inilah yang kemudian menghadirkan sebuah dunia baru bagi anak-anak yang penuh dengan film-film animasi berkualitas saat ini. Karya besar yang lahir dari perjuangan tak kenal lelah, keberanian, impian dan imajinasi. Jadi, sebesar apa impianmu?

Related Post

Next
Previous